Suku-Suku di Indonesia

Arlando Daniel Saragih 


 1. Suku Gayo 



Menghampiri provinsi Aceh bagian tengah, ada suku yang mendiami Dataran Tinggi Gayo yaitu suku Gayo. Namun selain berasal dari daerah ini, beberapa masyarakat suku Gyao juga tinggal di beberapa wilayah Aceh Timur seperti kecamatan Serba Jadi, Simpang Jernih dan Peunaron.

Suku Gayo masuk ke dalam golongan ras Proto Melayu yang berasal dari India. Ada 3 kelompok dalam masyarakat suku Gayo, pertama masyarakat yang mendiami daerah Bener Meriah dan Aceh Tengah disebut Gayo Laut. Kedua, masyarakat yang mendiami daerah Aceh Tenggara dan GAyo Lues disebut Gayo Lues, dan ketiga masyarakat yang mendiami kecamatan Aceh Tamiang disebut Gayo Blang.

Jika berbicara mengenai suku Gayo, ada sesuatu yang menjadi ciri khasnya yaitu kopi Gayo. Siapa yang tidak kenal dengan kopi Gayo, kopi jenis Arabika yang terkenal memiliki cita rasa yang sangat kuat ini banyak digemari para pecinta kopi. Di Gayo, ada dua perkebunan kopi yang menghasilkan kualitas kopi terbaik yaitu Bener Meriah, Aceh Tengah dan Takengon.

2. Suku Tengger 


Suku Tengger adalah suku yang mendiami wilayah Gunung Bromo, Malang. Sesuai dengan wilayahnya, masyarakat suku Tengger meyakini bahwa Gunung Bromo atau Gunung Brahma merupakan gunung yang suci. Ada salah satu adat suku Tengger yang dilakukan di kaki Gunung Bromo yaitu upacara Yadnya Kasada atau Kasodo.

Upacara Yadnya Kasada adalah sebuah upacara ritual yang diselenggerakan oleh masyarakat suku Tengger sebagai bentuk rasa syukur juga harapan agar terhindar dari malapetaka. Proses upacara ini dilakukan dengan menyediakan hasil bumi dan melarungkannya ke dalam kawah Gunung Bromo.

Masyarakat suku yang keturunan kerajaan Majapahit ini umumnya  beragama hindu dan masih memegang teguh adat istiadatnya. Meskipun berada di Kawasan wisata dan banyak wisatawan yang berkunjung tetapi akulturasi budaya tetap jarang terjadi. Maka dari itu adat serta budaya suku Tengger  masih sangat lestari hingga saat ini.

3. Suku Sasak 


Salah satu suku di Indonesia yang masih memegang teguh tradisinya adalah suku Sasak, yaitu suku yang terletak di Lombok. Masyarakat suku Sasak memiliki bangunan rumah yang terbuat dari tanah liat yang dicampur dengan kotoran kerbau. Kata Sasak secara etilomogi berasal dari kata “sak-sak” yang memiliki arti satu atau utama, berhubungan dengan kitab yang ditulis oleh Mpu Prapanca yaitu kitab Nagarakertagama. Maka dari itu masyarakat beranggapan bahwa leluhur suku Sasak adalah orang-orang Jawa.

Ada tradisi unik di dalam suku Sasak, yaitu kawin lari. Dalam masyarakat awam mungkin ini dianggap tabu, tetapi sebenarnya ini adalah tradisi unik dari suku Sasak. Jika sepasang kekasih hendak menikah, maka calon mempelai pria akan membawa calon mempelai wanita selama 3 hari ke tempat tertentu tanpa sepengetahuan dari orang tuanya. Setelah itu orang tua calon mempelai wanita akan “menebus” anaknya dan melanjutkan pembicaraan mengenai pernikahannya.

4. Suku Sumbawa 



Suku Sumbawa berasal di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Dilihat dari letak geografisnya, Sumbawa berada di daerah yang memiliki hasil hutan yang baik karena berada di perbukitan. Beberapa diantaranya seperti jati, rotan, kayu sepang, menjangan, dan madu. Masyarakat suku Sumbawa mendami daerah kabutapen Sumbawa dan Sumbawa Barat.

Mayoritas agama dari masyarakat Sumbawa adalah Islam, sehingga banyak aktivitas-aktivitas yang dilakukan berhubungan dengan keagamaan. Namun meskipun demikian, masyarakat suku Sumbawa umumnya masih percaya dengan tahayul. Seperti tahayul tentang lingkungan sekitar, tahayul tentang alam gaib, tahayul mengenai alam semesta, dan lain-lain.

5. Suku Flores 


Suku Flores merupakan percampuran antara etnis Portugis, Melanesia, dan Melayu. Jika diingat, dahulu Flores merupakan koloni bangsa Portugis, maka dari itu kebudayaan bangsa Portugis masih sangat terasa di wilayah ini. Nama Flores sendiri juga diambil dari Bahasa Portugis yang berarti “tanjung bunga”.

Umumnya masyarakat suku Flores sudah menganut kepercayaan agama seperti Islam, Kristen dan lainnya. Namun masih banyak juga masyarakat yang memiliki kepercayaan untuk pemujaan kepada leluhur. Salah satunya seperti pemujaan khusus kepada arwah-arwah dan para leluhur dengan mendirikan dan memelihara sebuah bangunan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengenalan seni tari